Rasa Nyaman Bukan Cinta

By : Admin | Tue, 30-Jul-12


S alah satu cara yang dipakai oleh kebanyakan cowo untuk mendekati cewe yang disukainya adalah dengan memberikan rasa nyaman.

Hal ini nggak salah, cewe memang membutuhkan rasa nyaman dan ini menjadi faktor penting sebelum mereka memutuskan akan berhubungan dengan seorang cowo. Masalahnya, banyak cowo-cowo yang nggak ngerti konsep ini dan melakukan hal dengan cara yang salah dan akibatnya nggak pernah mendapatkan cewe tersebut.

Yang paling sering dilakukan adalah dengan menjadi “best- friend“. Banyak cowo memulai pendekatannya dengan mengisi posisi sebagai best-friend. Saling bercurhat- curhatan berjam-jam tiap hari. Mendengarkan keluh kesah si cewe dengan sabar dan memberikan nasihat-nasihat bijak sambil ngarep dalam hati si cewe akan menyadari kedewasaan lo hingga dia tertarik sama lo. Dan tentu aja lo juga menceritakan masalah dan segala keluh kesah lo pada si cewe sambil berharap si cewe bakal ngelihat kemurnian hati lo yang rapuh dan akan bersimpatik sama lo.

Hal ini nggak sepenuhnya salah, tentu setiap orang menginginkan pasangan yang dapat menjadi best-friend dalam hidupnya. Hanya saja ada pola-pola tertentu yang harus lo ketahui sebelum lo masuk ke tahap itu.

Lo berpikir kalau dia nyaman dan dapat membuka diri sama lo, itu artinya dia tertarik kepada lo? SALAH BESAR !! Kapan terakhir kali hubungan best- friend lo sama cewe berlanjut menjadi lebih dari sekedar best-friend? Atau pernah gak lo ngelihat sahabat lo yang best-friend-an sama cewe terus lanjut jadian?

Gue yakin sedikit banget.

Yang sering terjadi malah si cewe nyaman curhat sama lo (malah sering isi curhatnya tentang cowo lain) yang ujung- ujungnya jadian sama cowo lain. Padahal jelas-jelas si cewe jauh lebih nyaman ngomong dan ngebuka hati sama lo dibandingkan sama cowo itu. Padahal jelas lo lebih ngerti si cewe luar dalam daripada si cowo itu. Dan lo cuma kebagian getahnya aja, si cewe bakal balik lagi dateng sama lo ketika dia ada masalah sama cowo nya dan meminta penghiburan dari lo.

Pernah ngalamin seperti ini? Atau jangan-jangan lo sedang mengalaminya?

Gue sering berpikir, kalo cewe-cewe begitu nyaman berbicara dari hati ke hati sama gue. Kenapa mereka nggak tertarik untuk berhubungan lebih lanjut sama gue? Gue kan udah memberikan segala kenyamanan yang mereka butuhkan.

Di mana salah gue?

Jawabannya menghantam gue ketika hal tersebut terjadi sama sahabat dekat gue, namanya Odit. Dia suka sama cewe smart dan cantik namanya Shinta. Dan Odit udah melancarkan pendekatan berbulan-bulan. Shinta ngerasa nyaman banget kalo lagi deket sama si Odit. Cuma sama Odit aja Shinta bisa ceritain semua masalahnya, kekhawatiran dan ketakutannya. Shinta pernah cerita tentang keadaan orang tuanya yang di ambang perceraian sambil nangis dihadapan Odit dan berkata bahwa “cuma Odit seorang, yang tahu tentang hal kehidupan gue“.

Shinta percaya sama Odit lebih daripada dia percaya sahabat - sahabat deketnya. Karena dia tau, Odit nggak bakal ngecewain. Untuknya, apapun akan dilakukan Odit, Shinta ngerasa nyaman banget kalo ada di dekat Odit.

Semua orang yang tahu hubungan mereka, pasti bakal bilang kalo Shinta juga suka sama Odit dan Odit tinggal bilang dan nyatain aja perasaannya, and they would live happily ever after.

But we all know life's not a fairy tale.

Setelah Odit nyatain perasaan tulusnya sama Shinta, dia cuma mendengar penolakan paling manis dan menyentuh dalam hidupnya sekaligus juga yang paling menyakitkan...

Dengan berurai air mata, Shinta ngejelasin, kalo dia sama sekali nggak tertarik nggak suka romantically sama Odit. Dia bilang kalo Odit adalah sahabat terbaik yang pernah dia miliki dan dia nggak mao kehilangan Odit. Shinta berulang kali minta maaf karena dia nggak mao nyakitin Odit dan sekali lagi Shinta ngejelasin bahwa sebenarnya saat itu dia sedang tertarik sama satu cowo yang belum lama dikenalnya.

Sambil terus nangis Shinta mengulang-ulang kalimat ini, "Kenapa gue nggak bisa suka sama cowo sebaik lo Dit?? Kenapa gue selalu suka sama cowo yang salah? Kenapaaa???"

Yang bisa dilakukan Odit saat itu cuma mencoba nenangin Shinta, sambil bilang “That it's okay, that he's okay“.

And it hit me HARD !! Apa yang selama ini menjadi pertanyaan gue terjawab semua.

RASA NYAMAN NGGAK SAMA DENGAN RASA SUKA ATAU KETERTARIKAN..!!



Itu adalah dua perasaan yang sama sekali berbeda dan nggak memiliki hubungan sebab akibat! Karena itu “SALAH BESAR“ saat lo mengobral kenyamanan untuk membuat cewe tertarik sama lo.

Cuman karena cewe ngerasa nyaman bersama lo, BUKAN berarti dia suka atau tertarik sama lo. Sebaliknya di saat cewe tertarik sama cowo BUKAN berarti dia langsung merasa nyaman bersama cowo itu. Lihat aja posisi lo, ketika lo bersama dengan cewe yang lo suka, apa lo ngerasa nyaman? Kalo lo ngerasa nyaman, kenapa lo selalu gugup dan berpikir keras untuk memberikan kesan baik sama dia dan nggak menjadi diri lo sendiri yang apa adanya?

Dalam hatinya yang paling dalam, Shinta nyadar kalau ada cowo yang layak dan tepat untuk dicintainya, dan cowo itu adalah Odit. Tapi dia juga nggak bisa ngebohongin dirinya, dia NGGAK TERTARIK sama Odit ! Dia tertarik sama cowo tukang mabok, doyan clubbing yang belum lama dikenalnya. Nukan sama Odit.

Cewe memang mahluk luar biasa,.!! That's why boys love them, right guys?

Tujuan gue cerita tentang Odit, BUKAN berarti kita harus bersimpati sama dia, terus nyalahin Shinta sebagai cewe yang nggak berperasaan.

“SAMA SEKALI ENGGAK“!!!



Tujuan gue agar kita bisa belajar dari pengalamannya dan kalo kita pernah ngalamin kejadian yang hampir mirip, sekarang kita tahu di mana salahnya.

Seperti yang udah gue tulis di awal ini, sama sekali “nggak salah“ untuk menjadi best-friend. Justru bisa menjadi sahabat terbaik berbagi dalam suka dan duka adalah salah satu hal termanis dan terindah di dalam bersilahturahmi.

Hanya saja, JANGAN lakukan hal itu sama seseorang yang kita suka. Paling nggak, JANGAN lakukan itu sebelum kita memastikan kalau dia TERTARIK sama kita.

Perhatiin baik-baik, ini PENTING..!!

Pastiin terlebih dahulu seseorang juga TERTARIK sama kita, baru kita BOLEH bermain 'best- friend' dengannya. Tapi dengan kadar SECUKUPNYA.


Kalau seseorang SUDAH TERTARIK sama kita. Maka apapun yang kita lakukan nggak akan ngerubah perasaannya dan rasa nyaman yang kita berikan hanya akan membuatnya BERTAMBAH tertarik dengan kita.

Kalau kita sudah tau bahwa dia tertarik sama kita, untuk apa lagi bermain 'best- friend' dengannya?

Tapi kalau dia BELUM TERTARIK sama sekali, JANGAN sekali-sekali bermain 'best-friend' dengannya atau kita akan jatuh di dalam lembah “Aku-Suka-Kamu-Tapi- Hanya-Sebatas-Teman“.

Dan JANGAN PERNAH curhat mengenai masalah- masalah intens, kesepian dan betapa kita begitu fragile. JANGAN! JANGAN! JANGAN! This area is exclusively for girls and LOSSY guys only.

Kalau lo adalah cowo GLOSSY yang memiliki jiwa pemimpin, independen, dan berkepribadian menarik. Maka lo nggak akan sembarangan curhat sama setiap cewe yang lo temui.

Mungkin sekarang lo lagi mikir, "Oke gue udah ngerti, gue udah paham. Tapi misalnya ada cewe yang lagi deket sama lo tapi belum tertarik sama lo, tiba-tiba ada masalah dan dia butuh temen ngomong gimana donk?"

Kalo ada kasus yang seperti ini gue nggak nganjurin lo buat nolak dan ngusir. Tapi lo juga belum boleh bermain “Best-Friend“ sama dia, yang bisa lo lakukan adalah menarik batas dan menunjukkan kalo lo nggak sama dengan semua “Best-Friend“nya yang ngarep untuk bisa jadi pacarnya.

Caranya dengan bertanya, “Lo lagi butuh temen ngomong aja, ato butuh nasihat?“ Kalo dia jawab, “cuma butuh temen ngomong..“ Sebaiknya lo hindari sebisa mungkin. Tolak sehalus mungkin. Karena menjadi 'temen ngomong' adalah tugas sahabat-sahabat wanita dan pria-pria 'best-friend' nya

JANGAN masuk ke daerah itu!

Kalau dia jawab, “Butuh nasihat“ di sini saatnya lo beraksi. Dia bilang dia butuh nasihat, jadi berikanlah nasihat terbaik yang lo punya. Tunjukin kalo lo adalah cowo GLOSSY yang dewasa, berprinsip kuat dan berbeda dari cowo lainnya. Lo jangan takut untuk nasihatin dia dengan keras kalo emang lo rasa dia memerlukannya